 | semacam PROLOG atau perkenalan mungkin ya | |
Sebenarnya saya sudah mengunjungi TIM, berkelana ke Utan Kayu hingga tersasar di Aksara. Saya pun telah menyaksikan beberapa pertunjukan di bawah bayang-bayang kunang-kunang beton Jakarta. Namun begitu saya masih mencoba beradaptasi dengan ritme yang sungguh berbeda dari Jogja, sehingga saya bisa menulis tentang sebuah pameran di Galeri Nasional ataupun realita sosial di sudut kota kecil Tangerang. Mohon maaf kepada teman-teman yang biasa atau tidak biasa berkunjung, untuk sementara waktu saya belum bisa memperbaharui tulisan. Lalu, kenapa tidak kau saja yang menulis?