Sebenarnya saya sudah mengunjungi TIM, berkelana ke Utan Kayu hingga tersasar di Aksara. Saya pun telah menyaksikan beberapa pertunjukan di bawah bayang-bayang kunang-kunang beton Jakarta. Namun begitu saya masih mencoba beradaptasi dengan ritme yang sungguh berbeda dari Jogja, sehingga saya bisa menulis tentang sebuah pameran di Galeri Nasional ataupun realita sosial di sudut kota kecil Tangerang. Mohon maaf kepada teman-teman yang biasa atau tidak biasa berkunjung, untuk sementara waktu saya belum bisa memperbaharui tulisan. Lalu, kenapa tidak kau saja yang menulis?
malam dan lengguhan (part #1)Rumah itu ukurannya sekitar 10 kali 12 meter persegi. Dindingnya dari papan-papan kayu yang dipasang rapat antara satu papan dengan papan lainnya secara mendatar. Papan-papan kayu yang dipasang begitu saja, tanpa diwarnai maupun dipasah halus.... more
![]() Shakuntala dan 'rumah kaca'Setelah melewatkan Citra Pratiwi di kesempatan sebelumnya, saya tidak ingin menyesal lagi kehilangan kesempatan menyaksikan pertunjukan salah satu aktor Garasi, Sri Qadariatin, pada Sabtu malam 15 Nopember 2008 di Salihara. Beruntunglah pertunjukan... more
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

