Sebenarnya saya sudah mengunjungi TIM, berkelana ke Utan Kayu hingga tersasar di Aksara. Saya pun telah menyaksikan beberapa pertunjukan di bawah bayang-bayang kunang-kunang beton Jakarta. Namun begitu saya masih mencoba beradaptasi dengan ritme yang sungguh berbeda dari Jogja, sehingga saya bisa menulis tentang sebuah pameran di Galeri Nasional ataupun realita sosial di sudut kota kecil Tangerang. Mohon maaf kepada teman-teman yang biasa atau tidak biasa berkunjung, untuk sementara waktu saya belum bisa memperbaharui tulisan. Lalu, kenapa tidak kau saja yang menulis?
Ujung Genteng, negerinya Pak Ojek Prolog Berawal dari liburan akhir minggu yang dimulai sejak hari Jumat, saya pun didera kebingungan yang mendesak. Alasan untuk pulang ke Yogyakarya baru berkumpul dan mencukupi di saat-saat akhir dimana saya sudah tidak... more
![]() je.ja.l.an (kekacauan yang sial)Dari sejak awal bulan, beberapa surat elektronik masuk ke kotak surat saya, mengabarkan Teater Garasi akan melakukan pertunjukan di Jakarta, tepatnya di Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta, pada tanggal 23 dan 24 Mei 2008 setelah sebelumnya... more
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Prolog Berawal dari liburan akhir minggu yang dimulai sejak hari Jumat, saya pun didera kebingungan yang mendesak. Alasan untuk pulang ke Yogyakarya baru berkumpul dan mencukupi di saat-saat akhir dimana saya sudah tidak... 
